Pagi ƔªйǤ cerah di balkon Sheraton hotel Jogjakarta... Kulihat sekeliling taman dari balkon kamarku, tak ada seorangpun ƔªйǤ duduk diluar menikmati pemandangan ataupun udara segar pagi hari... Rupanya tamu hotel lebih senang menghabiskan pagi minggu ƔªйǤ cerah ini di balik selimut, atau menonton berita pagi...
Aku tersenyum membayangkan mereka semua, sungguh mereka tidak mengetahui kalau pagi ini cerah sekali, pemandangan ƔªйǤ indah ditemani dengan kicau burung gereja berterbangan seolah mengucapkan "selamat pagi".
Betapa aku sangat bersyukur bisa menikmati pemandangan ini dan berdialog secara batin dengan burung gereja itu... Penuh rasanya paru2ku terisi oleh udara pagi ƔªйǤ menyehatkan... Segar rasanya mata dan pikiranku dari kepenatan hidup...
Tiba-tiba pikiranku melayang membayangkan ketika aku berlibur ke sebuah desa ƔªйǤ indah, kaki telanjangku menyentuh talang2 sawah diawal hari, menyapa penduduk setempat ƔªйǤ akan berangkat kerja, mencicipi jajanan kue2 sarapan pagi ƔªйǤ dibawa oleh beberapa pedagang...
Sungguh itu semua adalah kenangan ƔªйǤ indah dan tak terlupakan. Kulangkahkan kaki menempuh perjalanan ƔªйǤ tidak terencana, melaju kemana kaki ingin melangkah, menggapai apa yabg ingin digapai...
Menikmati keseluruhan indahnya sebuah desa ƔªйǤ tenang, tanpa banyak asap knalpot mobil dan motor, penduduknya ƔªйǤ tenang dan ramah, rumah-rumah tanpa pagar tinggi, halaman ƔªйǤ dipenuhi oleh bunga dan ayam2 mencari makan, mendengar suara kambing dan sapi menyapa pemiliknya untuk diberi makan, gadis2 desa berangkat sekolah, ibu2 muda mengeendong anaknya sambil berbelanja ke warung sebelah atau menyapu halaman rumahnya, tangisan anak2 ƔªйǤ tidak mau dimandikan ibunya... Rasanya sensasi semua itu membuat pikiranku jadi segar dan hati jadi tersenyum... Betapa sederhananya kehidupan didesa itu. Betapa simplenya cara mereka berfikir, dan betapa mudahnya mereka menjalankan kehidupan tanpa stress dan keinginan ƔªйǤ membludak.
Mereka hidup dalam kesederhanaan ƔªйǤ disyukuri, mereka menjalankan fungsi masing2 dengan kerelaan dan keikhlasan, mereka mengerti arti kehidupan ƔªйǤ sesungguhnya. Kadang aku malu melihat diriku sendiri... Terlalu banyak komplain, mengeluh, rasanya hidup selalu kurang dan tidak bahagia. Betapa aku merasakan kehidupan jauh diatas mereka tapi aku tidak merasa bahagia... Mengapa? Karena aku selalu melihat ke atas... Selalu kurang, tidak sempurna dan ingin lebih, itu yabg selalu bersemayam dalam pikiranku sehingga menjauhkan rasa bahagia dan rasa syukurku atas nikmat yg sudah diberikan kepadaku...
Malu rasanya membayangkan pikiranku,jijik
rasanya membayangkan marahnya aku karena kesal tidak bisa membeli ini itu...
Sekarang terbuka mata hatiku bahwa kebahagiaan adanya di dalam dirimu sendiri, tepatnya dalam hatimu... Bersyukur adalah sebuah mesin ƔªйǤ akan mengaktifkan rasa bahagia tersebut dalam hatimu.. Sehingga akan terpancarlah di wajahmu sinar kebahagiaan ƔªйǤ akan mempengaruhi setiap orang ƔªйǤ melihatmu... Bukankah itu adalah sebuah hal ƔªйǤ paling indah? Menularkan kebahagiaan kepada semua orang? Hanya dari satu hal " Bersyukur"...
Terkadang berlibur dan melihat sisi lain kehidupan dapat membuka mata dan pikiran kita, bisa mengubah cara kita memandang sesuatu, membuka mata hati kita sehingga menjadikan kita orang ƔªйǤ jauh lebih baik...
Tiba2 aku tersentak dari lamunanku, dan kulihat sudah ada beberapa tamu hotel mulai keluar dari kamarnya... Yah walaupun sudah agak telat karena matahari mulai meninggi dan burung2 sudah beranjak pergi, setidaknya udara segar tetap didapat.
Tersenyum aku kembali mengingat saat liburan ke desa dulu... Telah membuat aku menjadi orang ƔªйǤ penuh rasa syukur dan bisa melihat dari sisi lain kehidupan...
Terima kasih ya Allah sudah mengijinkanku menikmati semua ini dan menjadi orang ƔªйǤ lebih baik setiap hari...
Rasanya ingin berada ditempat itu lagi dan memberi semangat kepada mereka...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus