Waiting in boarding lounge in CGK waiting for my flight to Jogjakarta again... should be 19.00 GA 218 but the aircraft late coming from previous flight so it will be dellay to 19.50... Don't like to wait, borring and uncertainity... what a great day... but then I try to see the other positif side of this situation....
Ahaaa... I can visit my blog again... write you a little story in the evening...
In the way to airport, I have thingking about having my own business... but what should I pick? while I was thingking about that, my frined texted me and told me that she and her husband want to make a movie again... well they are a producer of the film... but usually they produce horor film. But she told me "this time we will produce a serious film" and she over me to take part of the production. Wardrobe...
Yeaaahh... my RYVKA store will be alive again...
Well, all this time, I still have no time to run my fashion bussiness again... event in my mind just like a full tank solar with ideas about fashion that I have to realize...
Thursday we will meet and talk about the idea... GOD help me...
Bye friends... see u in Jogjakarta
Therry's Blog
Selamat datang di Therry's Blog. Disini kita saya bisa bebas mengungkapkan pandangan, pemikiran, cerita atau pengalaman hidup saya. Saran dan sudut pandang lain welcome kok untuk di share disini.
Selasa, 14 Juni 2011
Senin, 13 Juni 2011
Pagi ƔªйǤ cerah di balkon Sheraton hotel Jogjakarta... Kulihat sekeliling taman dari balkon kamarku, tak ada seorangpun ƔªйǤ duduk diluar menikmati pemandangan ataupun udara segar pagi hari... Rupanya tamu hotel lebih senang menghabiskan pagi minggu ƔªйǤ cerah ini di balik selimut, atau menonton berita pagi...
Aku tersenyum membayangkan mereka semua, sungguh mereka tidak mengetahui kalau pagi ini cerah sekali, pemandangan ƔªйǤ indah ditemani dengan kicau burung gereja berterbangan seolah mengucapkan "selamat pagi".
Betapa aku sangat bersyukur bisa menikmati pemandangan ini dan berdialog secara batin dengan burung gereja itu... Penuh rasanya paru2ku terisi oleh udara pagi ƔªйǤ menyehatkan... Segar rasanya mata dan pikiranku dari kepenatan hidup...
Tiba-tiba pikiranku melayang membayangkan ketika aku berlibur ke sebuah desa ƔªйǤ indah, kaki telanjangku menyentuh talang2 sawah diawal hari, menyapa penduduk setempat ƔªйǤ akan berangkat kerja, mencicipi jajanan kue2 sarapan pagi ƔªйǤ dibawa oleh beberapa pedagang...
Sungguh itu semua adalah kenangan ƔªйǤ indah dan tak terlupakan. Kulangkahkan kaki menempuh perjalanan ƔªйǤ tidak terencana, melaju kemana kaki ingin melangkah, menggapai apa yabg ingin digapai...
Menikmati keseluruhan indahnya sebuah desa ƔªйǤ tenang, tanpa banyak asap knalpot mobil dan motor, penduduknya ƔªйǤ tenang dan ramah, rumah-rumah tanpa pagar tinggi, halaman ƔªйǤ dipenuhi oleh bunga dan ayam2 mencari makan, mendengar suara kambing dan sapi menyapa pemiliknya untuk diberi makan, gadis2 desa berangkat sekolah, ibu2 muda mengeendong anaknya sambil berbelanja ke warung sebelah atau menyapu halaman rumahnya, tangisan anak2 ƔªйǤ tidak mau dimandikan ibunya... Rasanya sensasi semua itu membuat pikiranku jadi segar dan hati jadi tersenyum... Betapa sederhananya kehidupan didesa itu. Betapa simplenya cara mereka berfikir, dan betapa mudahnya mereka menjalankan kehidupan tanpa stress dan keinginan ƔªйǤ membludak.
Mereka hidup dalam kesederhanaan ƔªйǤ disyukuri, mereka menjalankan fungsi masing2 dengan kerelaan dan keikhlasan, mereka mengerti arti kehidupan ƔªйǤ sesungguhnya. Kadang aku malu melihat diriku sendiri... Terlalu banyak komplain, mengeluh, rasanya hidup selalu kurang dan tidak bahagia. Betapa aku merasakan kehidupan jauh diatas mereka tapi aku tidak merasa bahagia... Mengapa? Karena aku selalu melihat ke atas... Selalu kurang, tidak sempurna dan ingin lebih, itu yabg selalu bersemayam dalam pikiranku sehingga menjauhkan rasa bahagia dan rasa syukurku atas nikmat yg sudah diberikan kepadaku...
Malu rasanya membayangkan pikiranku,jijik
rasanya membayangkan marahnya aku karena kesal tidak bisa membeli ini itu...
Sekarang terbuka mata hatiku bahwa kebahagiaan adanya di dalam dirimu sendiri, tepatnya dalam hatimu... Bersyukur adalah sebuah mesin ƔªйǤ akan mengaktifkan rasa bahagia tersebut dalam hatimu.. Sehingga akan terpancarlah di wajahmu sinar kebahagiaan ƔªйǤ akan mempengaruhi setiap orang ƔªйǤ melihatmu... Bukankah itu adalah sebuah hal ƔªйǤ paling indah? Menularkan kebahagiaan kepada semua orang? Hanya dari satu hal " Bersyukur"...
Terkadang berlibur dan melihat sisi lain kehidupan dapat membuka mata dan pikiran kita, bisa mengubah cara kita memandang sesuatu, membuka mata hati kita sehingga menjadikan kita orang ƔªйǤ jauh lebih baik...
Tiba2 aku tersentak dari lamunanku, dan kulihat sudah ada beberapa tamu hotel mulai keluar dari kamarnya... Yah walaupun sudah agak telat karena matahari mulai meninggi dan burung2 sudah beranjak pergi, setidaknya udara segar tetap didapat.
Tersenyum aku kembali mengingat saat liburan ke desa dulu... Telah membuat aku menjadi orang ƔªйǤ penuh rasa syukur dan bisa melihat dari sisi lain kehidupan...
Terima kasih ya Allah sudah mengijinkanku menikmati semua ini dan menjadi orang ƔªйǤ lebih baik setiap hari...
Rasanya ingin berada ditempat itu lagi dan memberi semangat kepada mereka...
Aku tersenyum membayangkan mereka semua, sungguh mereka tidak mengetahui kalau pagi ini cerah sekali, pemandangan ƔªйǤ indah ditemani dengan kicau burung gereja berterbangan seolah mengucapkan "selamat pagi".
Betapa aku sangat bersyukur bisa menikmati pemandangan ini dan berdialog secara batin dengan burung gereja itu... Penuh rasanya paru2ku terisi oleh udara pagi ƔªйǤ menyehatkan... Segar rasanya mata dan pikiranku dari kepenatan hidup...
Tiba-tiba pikiranku melayang membayangkan ketika aku berlibur ke sebuah desa ƔªйǤ indah, kaki telanjangku menyentuh talang2 sawah diawal hari, menyapa penduduk setempat ƔªйǤ akan berangkat kerja, mencicipi jajanan kue2 sarapan pagi ƔªйǤ dibawa oleh beberapa pedagang...
Sungguh itu semua adalah kenangan ƔªйǤ indah dan tak terlupakan. Kulangkahkan kaki menempuh perjalanan ƔªйǤ tidak terencana, melaju kemana kaki ingin melangkah, menggapai apa yabg ingin digapai...
Menikmati keseluruhan indahnya sebuah desa ƔªйǤ tenang, tanpa banyak asap knalpot mobil dan motor, penduduknya ƔªйǤ tenang dan ramah, rumah-rumah tanpa pagar tinggi, halaman ƔªйǤ dipenuhi oleh bunga dan ayam2 mencari makan, mendengar suara kambing dan sapi menyapa pemiliknya untuk diberi makan, gadis2 desa berangkat sekolah, ibu2 muda mengeendong anaknya sambil berbelanja ke warung sebelah atau menyapu halaman rumahnya, tangisan anak2 ƔªйǤ tidak mau dimandikan ibunya... Rasanya sensasi semua itu membuat pikiranku jadi segar dan hati jadi tersenyum... Betapa sederhananya kehidupan didesa itu. Betapa simplenya cara mereka berfikir, dan betapa mudahnya mereka menjalankan kehidupan tanpa stress dan keinginan ƔªйǤ membludak.
Mereka hidup dalam kesederhanaan ƔªйǤ disyukuri, mereka menjalankan fungsi masing2 dengan kerelaan dan keikhlasan, mereka mengerti arti kehidupan ƔªйǤ sesungguhnya. Kadang aku malu melihat diriku sendiri... Terlalu banyak komplain, mengeluh, rasanya hidup selalu kurang dan tidak bahagia. Betapa aku merasakan kehidupan jauh diatas mereka tapi aku tidak merasa bahagia... Mengapa? Karena aku selalu melihat ke atas... Selalu kurang, tidak sempurna dan ingin lebih, itu yabg selalu bersemayam dalam pikiranku sehingga menjauhkan rasa bahagia dan rasa syukurku atas nikmat yg sudah diberikan kepadaku...
Malu rasanya membayangkan pikiranku,jijik
rasanya membayangkan marahnya aku karena kesal tidak bisa membeli ini itu...
Sekarang terbuka mata hatiku bahwa kebahagiaan adanya di dalam dirimu sendiri, tepatnya dalam hatimu... Bersyukur adalah sebuah mesin ƔªйǤ akan mengaktifkan rasa bahagia tersebut dalam hatimu.. Sehingga akan terpancarlah di wajahmu sinar kebahagiaan ƔªйǤ akan mempengaruhi setiap orang ƔªйǤ melihatmu... Bukankah itu adalah sebuah hal ƔªйǤ paling indah? Menularkan kebahagiaan kepada semua orang? Hanya dari satu hal " Bersyukur"...
Terkadang berlibur dan melihat sisi lain kehidupan dapat membuka mata dan pikiran kita, bisa mengubah cara kita memandang sesuatu, membuka mata hati kita sehingga menjadikan kita orang ƔªйǤ jauh lebih baik...
Tiba2 aku tersentak dari lamunanku, dan kulihat sudah ada beberapa tamu hotel mulai keluar dari kamarnya... Yah walaupun sudah agak telat karena matahari mulai meninggi dan burung2 sudah beranjak pergi, setidaknya udara segar tetap didapat.
Tersenyum aku kembali mengingat saat liburan ke desa dulu... Telah membuat aku menjadi orang ƔªйǤ penuh rasa syukur dan bisa melihat dari sisi lain kehidupan...
Terima kasih ya Allah sudah mengijinkanku menikmati semua ini dan menjadi orang ƔªйǤ lebih baik setiap hari...
Rasanya ingin berada ditempat itu lagi dan memberi semangat kepada mereka...
Selasa, 16 November 2010
Pendidikan Anak TK
Pagi ini di breakfast room saya dan rekan kerja sambil menghabiskan menu breakfast kami, sambil kami memulai pembicaraan kecil dan ringan tentang apa saja, sampai akhirnya masuk kemateri yang sedikit membuat saya sangat tertarik untuk mmebahasnya, yaitu tentang pendidikan anak TK.
Saya berfikir bahwa pendidikan anak TK atau taman kanak-kanak adalah tempat bermain mereka. Sesuai dengan lagu yang saya masih hafal sampai sekarang dari dulu saya bersekolah di TK. Ini cuplikan syair lagunya "tempat bermain, berteman banyak, itulah taman kami taman kanak-kanak"....
Dari cuplikan diatas, kita semua sepakat bahwa taman kanak-kanak atau kita singkat TK adalah tempat mereka bermain dan mempelajari bagaimana cara berteman atau berinteraksi dengan teman lainnya, bukan tempat mereka duduk dan belajar membaca dan berhitung.
Sewaktu saya TK dulu, seingat saya kegiatan sehari-hari saya dipenuhi dengan menggambar, bermain aktifitas fisik, bermain aktifitas otak seperti menyusun blok-blok menjadi sesuatu dan bernyanyi. Tak lupa ibu guru mengajarkan saya apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan, bagaimana bersikap dengan teman sebaya atau dengan orang yang lebih tua, bagaimana berbagi dengan orang lain, bagaimana bertoleransi dan bagaimana mengerti bahwa Tuhan itu ada dan menghargaiNya.
Setiap saya pulang dati TK dan dijemput oleh mama, saya selalu membawakan beliau sesuatu hasil karya saya baik itu berbentuk lukisan, hasil prakarya atau nyanyian, bahkan saya sempat pamer ke mama bahwa saya sudah hafal doa sebelum makan.
Sepanjang perjalanan pulang saya tak henti-hentinya bercerita tentang tadi di sekolah saya punya teman baru, bergantian bermain ayunan, bernyanyi ditaman sambil berpegangan tangan dengan teman semua, dan berbagi bekal bersama teman sebangku.
Tidak ada rasanya saya ingat bahwa saya diajarkan membaca dan menulis bahkan berhitung dengan tingkat kesulitan sedang disana.
Yang saya ingat ibu guru mengajarkan huruf alphabet... Ya... benar mereka memperkenalkannya dengan menggunakan gambar-gambar yang mudah diingat.
Ibu guru pernah mengajarkan 1+1.. Ya, saya ingat beliau mengajarkan berhitung dasar dengan menggunakan benda yangmenarik perhatian.
Pernahkah saya di ajarkan membaca...Tidak.. Mereka hanya berfocus kepada hafalan kita terhadap alphabet saja dan bukan membaca...
Pertama saya belajar membaca adalah pada saat saya di SD, yaitu saat memulai dengan buku pelajaran membaca... Ini Budi, Ini Ibu Budi... Ini Bapak Budi... Masih ingat kan temans?
Tapi apa yang terjadi sekarang? anak TK bahkan belum TK sudah pandai membaca koran...
Anak TK sudah bisa meminta uang jajan pada orang tua mereka, dan kalau mereka hanya diberi seribu, mereka protes, "mamah gimana sih, harga es tong tong aja sekarang berapa, belum lagi nanti mau beli kue, chips kentang... mana cukup seribu ma"
Kalau lebaran mereka dikasih uang angpau Rp.5000,- mereka sudah bisa menggerutu, "Uh masa cuma lima ribu sih, opa-nya temen aku ngasihnya aja lima puluh ribu lo kek... mana bisa beli maenan kalo cuma lima ribu kek"
Hal diatas adalah fakta keciiil sekali tentang perubahan pola pendidikan terhadap anak-anak kita.
Apa yang menyebabkan mereka begitu? karena mulai diajarkannya berhitung di umur yang belum semestinya untuk mereka mempelajarinya... Mereka diajarkan membaca yang belum sepenuhnya mereka mengerti apa yang mereka baca... mereka dikasih PR berhitung atau membaca disaat seharusnya otak mereka berkembang mengeksplorasi kreatifitas melalui cara mereka bermain. Mereka dikurung dalam suatu bentuk pemikiran orangtua yang seharusnya mengerti apa yang sebenarnya mereka perlukan, dan BUKAN yang ORANGTUA perlukan.
4 tahun saya habiskan menemani suami saya bersekolah di Eropa dengan tidak bekerja, hanya menjadi ibu rumah tangga dengan sedikit les-les bahasa yang saya ambil telah membawa saya berteman dengan mereka yang sudah memiliki anak. Tak jarang saya mengikuti kegiatan mereka dengan anak-anak mereka diwaktu-waktu luang saya, sehingga saya ikut mengerti pola pendidikan anak-anak disana.
TK atua Kindergarden adalah benar-benar taman bermain mereka... kelas mereka penuh dengan boneka, bola, blok-blok kayu, buffer atau penyangga lukisan, berbagai macam cat dan kertas, peralatan masak mainan, buku bregambar dan sebagainya. Bahkan saya melihat ada satu ruangan yang bisa dipakai untuk tempat tidur mereka.
Tempat tidur? mungkin asing yah buat kita, sayapun sendiri bingung kenapa ada yah tempat tidur lipat? apa fungsinya? ternyata sehabis makan siang, mereka benar-benar tidur siang bersama dengan didongengkan terlebih dahulu oleh guru mereka.
Waw... saya sedikit surprise juga ya dengan sistem mereka... saya bertanya, untuk apa hal itu dilakukan? jawaban mereka masuk akal dan benar juga. Pertama adalah, anak-anak seusia mereka masih memerlukan tidur yang banyak, kedua membiasakan mereka bisa tidur dalam kondisi seadanya dengan keadaan yang bukan kamar mereka, ketiga mengajarkan mereka cara tidur dengan benar dan memasukkan dokrin positif saat mereka akan tidur dengan dongeng atau cerita sederhana yang sebenarnya padat akan nasehat dan wejangan untuk bekal mereka dewasa nanti.
Mungkin ada yang belum tahu apa hubungannya cerita itu masuk ke dalam alam bawah sadar mereka saat mereka tidur. Sedikit akan saya ulas dengan bahasa yang sederhana sehingga kita gampang untuk mengerti. Pada saat manusia akan tidur pikiran mereka tenang dan bersiap untuk istirahat dari bekerja, pikiran tersebut digantikan oleh pikiran bawah sadar yang tetap bekerja walaupun kita terlelap. Pikiran bawah sadar ini semacam database kita yang terlengkap dan paling banyak andil dalam kehidupan nantinya. Pikiran bawah sadar ini juga lah yang nantinya akan mempengaruhi perilaku kita. Para hipnoterapist juga mempergunakan alam bawah sadar ini untuk memasukkan sugesti positif kedalam pikiran kita. Secara sederhananya, sugesti positif dapat kita masukkan terhadap keluarga kita tepat disaat dia mengantuk atau baru saja terlelap tidur.
Untuk itulah betapa pentingnya hal keci seperti dongeng sebelum tidur itu kita bacakan terhadap buah hati kita, karena hal litu akan berdampak positif pada perkembangan alam bawah sadarnya dan perkembangannya nanti apabila dia sudah besar. Mungkin kita masih ingat beberapa dongeng sebelum tidur yang orang tua kita bacakan dulu? Sampai saat ini cerita favorite saya adalah si kancil dan Cinderella. Tapi apa makna terkandung dibalik cerita tersebut sangat saya rasakan, yaitu apabila kamu berbuat baik, balasannya pun akan baik, tapi bagi yang curang, pasti akan menerima balasannya. Setidaknya hal itu adalah pelajaran hidup dasar yang coba ibu saya ajarkan ketika saya kecil dulu.
Well sudah sedikit melenceng ke arah dongeng... kita kembali ke pokok pembahasan kita lagi, yaitu tentang pendidikan anak TK.
Dari pengalaman saya sering mengikuti teman saya mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah tersebut jadi membuat saya tau apa yang mereka lakukan di sekolahnya. Yaitu BERMAIN... hanya bermain... tetapi effek dari bermain yang terarah seperti itu adalah menimbulkan kreatifitas yang tinggi terhadap anak-anak tersebut. Bagaimana takjubnya saya melihat mereka membawa hasil origami mereka dan saya berfikir sayapun belum tentu bisa melakukannya, bagaimana mereka bangga menunjukkan kepada ibu mereka hasil tempel kertas warna mereka yang membentuk lukisan atau gambar, hasil lukisan dengan bermacam-macam alat gambar, bagaimana mereka dengan bangganya menyanyikan lagu baru yang mereka pelajari tadi disekolah atau bahkan mereka bercerita tentang teman baru mereka.
Rasanya kok saya jarang sekali yah mendapati hal ini di Indonesia? Yang ada teman bercerita tentang anak kalau pulang sekolah mereka maunya jajan, kepala pusing, lempar tas ke orangtua atau pengasuh mereka, ada juga yang langsung bilang "mah aku ada PR berhitung buat besok", atau "mah bu guru suruh beli buku ini... beli buku itu..."
Saya prihatin sekali melihat hal ini... sekolah, obsesi sekelompok orang atau bahkan obsesi orangtua telah merampas hak mereka untuk BERMAIN. Belum saat mereka belajar membaca, mereka telah disuguhkan hal tersebut, belum saatnya mereka berhitung, otak mereka yang seharusnya berfikir bagaimana menyusun blok-blok kayu atau menuangkan pikiran kedalam lukisan malah di suguhkan hitung-hitungan yang akhirnya membuat kepala mereka pusiiing dan akhirnya mereka malah membenci aktifitas pergi ke sekolah.
Adakah orang yang perduli akan hak-hak ANAK? terlalu sibuk kali yah para orangtua untuk memikirkan hal tersebut... terlalu mumet kali pikiran orangtua untuk memikirkan hak yang kelihatannya sepele ini dibanding memikirkan pekerjaan mereka yang begitu penting....
Saya mau bertanya, apakah para pembuat keputusan, para petinggi, orang-orang yang duduk di DepDikBud mengetahui hal ini? apakah mereka semua mengetahui psikologi anak dan hak anak seperti diatas?
Jangan heran kalau generasi muda di Luar Negri ternyata begitu kreatif dalam menciptakan Arsitektur... hal itu bisa kita lihat hasilnya. Bagaimana mereka begitu kreatif menciptakan kreasi makanan, busana, tas, parfum, lukisan bahkan sampai pesawat terbang, kapal pesiar, atau bahkan dari segi IT atau teknologi.
Lalu apa yang dihasilkan bangsa ini? Apa kreatifitas yang bisa kita banggakan?
Setahu saya yang palling bisa dibanggakan dari negri ini adalah korupsi, penghambur-hamburan uang secara aktif, bangga bisa membeli barang mewah, tas mewah, mobil mewah tanpa berfikir bagaimana saya bisa memproduksi barang-barang mewah tersebut.
Sekarang coba kita tanya pada pencipta pendidikan untuk anak-anak kita, apakah dengan mengajarkan baca tulis dan berhitung saat mereka TK telah menciptakan jenius-jenius baru yang bisa membawa Indonesia menjadi negara penghasil sesuatu yang berguna bagi Dunia?
Justru TK adalah tempat kita membangun MORAL penerus bangsa, memasukkan nilai-nilai luhur dan bersih kedalam pikiran dan tingkahlaku mereka adalah yang utama. Mengajarkan mereka kreatifitas yang berguna untuk melatih otak mereka adalah jauh lebih penting dari pada baca tulis dan berhitung. Generasi yang akan lahir dari sistem pendidikan seperti sekarang telah terbukti tidak menghasilkan jenius-jenius baru dengan pemikiran cemerlang dan hasil penciptaan yang dapat dibanggakan dan bertingkah laku baik, bersih, jujur dan bermoral tinggi. Tapi justru melahirkan generasi yang rakus akan materi, memikir diri sendiri, bertidak korupsi tanpa ada rasa bersalah, kurang bertolerasi, tidak menghargai perbedaan (terbukti dengan banyaknya perang antar agama), tidak kreatif, cederung menjadi plagiat, tidak bertanggung jawab dan masih banyak kekurangan-kekurangan lain yang mungkin gak selesai kalau saya ulas disini....
Rasanya kita sudah cukup belajar dengan hasil tersebut. Sudah saatnya kita harus berubah. Bagaimana caranya, itulah yang harus kita pikirkan bersama. Dari satu pemikiran, menjadi dua kamudian menjadi empat dan seterusnya... sehingga kita bisa lebih besar lagi dalam memikirkan permasalahan ini dan yang pasti bisa bertindak memperbaiki keadaan ini...
Well kita sambung lain waktu... I got to go...
Cinta yang besar untuk anak Indonesia fron Therry
Saya berfikir bahwa pendidikan anak TK atau taman kanak-kanak adalah tempat bermain mereka. Sesuai dengan lagu yang saya masih hafal sampai sekarang dari dulu saya bersekolah di TK. Ini cuplikan syair lagunya "tempat bermain, berteman banyak, itulah taman kami taman kanak-kanak"....
Dari cuplikan diatas, kita semua sepakat bahwa taman kanak-kanak atau kita singkat TK adalah tempat mereka bermain dan mempelajari bagaimana cara berteman atau berinteraksi dengan teman lainnya, bukan tempat mereka duduk dan belajar membaca dan berhitung.
Sewaktu saya TK dulu, seingat saya kegiatan sehari-hari saya dipenuhi dengan menggambar, bermain aktifitas fisik, bermain aktifitas otak seperti menyusun blok-blok menjadi sesuatu dan bernyanyi. Tak lupa ibu guru mengajarkan saya apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan, bagaimana bersikap dengan teman sebaya atau dengan orang yang lebih tua, bagaimana berbagi dengan orang lain, bagaimana bertoleransi dan bagaimana mengerti bahwa Tuhan itu ada dan menghargaiNya.
Setiap saya pulang dati TK dan dijemput oleh mama, saya selalu membawakan beliau sesuatu hasil karya saya baik itu berbentuk lukisan, hasil prakarya atau nyanyian, bahkan saya sempat pamer ke mama bahwa saya sudah hafal doa sebelum makan.
Sepanjang perjalanan pulang saya tak henti-hentinya bercerita tentang tadi di sekolah saya punya teman baru, bergantian bermain ayunan, bernyanyi ditaman sambil berpegangan tangan dengan teman semua, dan berbagi bekal bersama teman sebangku.
Tidak ada rasanya saya ingat bahwa saya diajarkan membaca dan menulis bahkan berhitung dengan tingkat kesulitan sedang disana.
Yang saya ingat ibu guru mengajarkan huruf alphabet... Ya... benar mereka memperkenalkannya dengan menggunakan gambar-gambar yang mudah diingat.
Ibu guru pernah mengajarkan 1+1.. Ya, saya ingat beliau mengajarkan berhitung dasar dengan menggunakan benda yangmenarik perhatian.
Pernahkah saya di ajarkan membaca...Tidak.. Mereka hanya berfocus kepada hafalan kita terhadap alphabet saja dan bukan membaca...
Pertama saya belajar membaca adalah pada saat saya di SD, yaitu saat memulai dengan buku pelajaran membaca... Ini Budi, Ini Ibu Budi... Ini Bapak Budi... Masih ingat kan temans?
Tapi apa yang terjadi sekarang? anak TK bahkan belum TK sudah pandai membaca koran...
Anak TK sudah bisa meminta uang jajan pada orang tua mereka, dan kalau mereka hanya diberi seribu, mereka protes, "mamah gimana sih, harga es tong tong aja sekarang berapa, belum lagi nanti mau beli kue, chips kentang... mana cukup seribu ma"
Kalau lebaran mereka dikasih uang angpau Rp.5000,- mereka sudah bisa menggerutu, "Uh masa cuma lima ribu sih, opa-nya temen aku ngasihnya aja lima puluh ribu lo kek... mana bisa beli maenan kalo cuma lima ribu kek"
Hal diatas adalah fakta keciiil sekali tentang perubahan pola pendidikan terhadap anak-anak kita.
Apa yang menyebabkan mereka begitu? karena mulai diajarkannya berhitung di umur yang belum semestinya untuk mereka mempelajarinya... Mereka diajarkan membaca yang belum sepenuhnya mereka mengerti apa yang mereka baca... mereka dikasih PR berhitung atau membaca disaat seharusnya otak mereka berkembang mengeksplorasi kreatifitas melalui cara mereka bermain. Mereka dikurung dalam suatu bentuk pemikiran orangtua yang seharusnya mengerti apa yang sebenarnya mereka perlukan, dan BUKAN yang ORANGTUA perlukan.
4 tahun saya habiskan menemani suami saya bersekolah di Eropa dengan tidak bekerja, hanya menjadi ibu rumah tangga dengan sedikit les-les bahasa yang saya ambil telah membawa saya berteman dengan mereka yang sudah memiliki anak. Tak jarang saya mengikuti kegiatan mereka dengan anak-anak mereka diwaktu-waktu luang saya, sehingga saya ikut mengerti pola pendidikan anak-anak disana.
TK atua Kindergarden adalah benar-benar taman bermain mereka... kelas mereka penuh dengan boneka, bola, blok-blok kayu, buffer atau penyangga lukisan, berbagai macam cat dan kertas, peralatan masak mainan, buku bregambar dan sebagainya. Bahkan saya melihat ada satu ruangan yang bisa dipakai untuk tempat tidur mereka.
Tempat tidur? mungkin asing yah buat kita, sayapun sendiri bingung kenapa ada yah tempat tidur lipat? apa fungsinya? ternyata sehabis makan siang, mereka benar-benar tidur siang bersama dengan didongengkan terlebih dahulu oleh guru mereka.
Waw... saya sedikit surprise juga ya dengan sistem mereka... saya bertanya, untuk apa hal itu dilakukan? jawaban mereka masuk akal dan benar juga. Pertama adalah, anak-anak seusia mereka masih memerlukan tidur yang banyak, kedua membiasakan mereka bisa tidur dalam kondisi seadanya dengan keadaan yang bukan kamar mereka, ketiga mengajarkan mereka cara tidur dengan benar dan memasukkan dokrin positif saat mereka akan tidur dengan dongeng atau cerita sederhana yang sebenarnya padat akan nasehat dan wejangan untuk bekal mereka dewasa nanti.
Mungkin ada yang belum tahu apa hubungannya cerita itu masuk ke dalam alam bawah sadar mereka saat mereka tidur. Sedikit akan saya ulas dengan bahasa yang sederhana sehingga kita gampang untuk mengerti. Pada saat manusia akan tidur pikiran mereka tenang dan bersiap untuk istirahat dari bekerja, pikiran tersebut digantikan oleh pikiran bawah sadar yang tetap bekerja walaupun kita terlelap. Pikiran bawah sadar ini semacam database kita yang terlengkap dan paling banyak andil dalam kehidupan nantinya. Pikiran bawah sadar ini juga lah yang nantinya akan mempengaruhi perilaku kita. Para hipnoterapist juga mempergunakan alam bawah sadar ini untuk memasukkan sugesti positif kedalam pikiran kita. Secara sederhananya, sugesti positif dapat kita masukkan terhadap keluarga kita tepat disaat dia mengantuk atau baru saja terlelap tidur.
Untuk itulah betapa pentingnya hal keci seperti dongeng sebelum tidur itu kita bacakan terhadap buah hati kita, karena hal litu akan berdampak positif pada perkembangan alam bawah sadarnya dan perkembangannya nanti apabila dia sudah besar. Mungkin kita masih ingat beberapa dongeng sebelum tidur yang orang tua kita bacakan dulu? Sampai saat ini cerita favorite saya adalah si kancil dan Cinderella. Tapi apa makna terkandung dibalik cerita tersebut sangat saya rasakan, yaitu apabila kamu berbuat baik, balasannya pun akan baik, tapi bagi yang curang, pasti akan menerima balasannya. Setidaknya hal itu adalah pelajaran hidup dasar yang coba ibu saya ajarkan ketika saya kecil dulu.
Well sudah sedikit melenceng ke arah dongeng... kita kembali ke pokok pembahasan kita lagi, yaitu tentang pendidikan anak TK.
Dari pengalaman saya sering mengikuti teman saya mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah tersebut jadi membuat saya tau apa yang mereka lakukan di sekolahnya. Yaitu BERMAIN... hanya bermain... tetapi effek dari bermain yang terarah seperti itu adalah menimbulkan kreatifitas yang tinggi terhadap anak-anak tersebut. Bagaimana takjubnya saya melihat mereka membawa hasil origami mereka dan saya berfikir sayapun belum tentu bisa melakukannya, bagaimana mereka bangga menunjukkan kepada ibu mereka hasil tempel kertas warna mereka yang membentuk lukisan atau gambar, hasil lukisan dengan bermacam-macam alat gambar, bagaimana mereka dengan bangganya menyanyikan lagu baru yang mereka pelajari tadi disekolah atau bahkan mereka bercerita tentang teman baru mereka.
Rasanya kok saya jarang sekali yah mendapati hal ini di Indonesia? Yang ada teman bercerita tentang anak kalau pulang sekolah mereka maunya jajan, kepala pusing, lempar tas ke orangtua atau pengasuh mereka, ada juga yang langsung bilang "mah aku ada PR berhitung buat besok", atau "mah bu guru suruh beli buku ini... beli buku itu..."
Saya prihatin sekali melihat hal ini... sekolah, obsesi sekelompok orang atau bahkan obsesi orangtua telah merampas hak mereka untuk BERMAIN. Belum saat mereka belajar membaca, mereka telah disuguhkan hal tersebut, belum saatnya mereka berhitung, otak mereka yang seharusnya berfikir bagaimana menyusun blok-blok kayu atau menuangkan pikiran kedalam lukisan malah di suguhkan hitung-hitungan yang akhirnya membuat kepala mereka pusiiing dan akhirnya mereka malah membenci aktifitas pergi ke sekolah.
Adakah orang yang perduli akan hak-hak ANAK? terlalu sibuk kali yah para orangtua untuk memikirkan hal tersebut... terlalu mumet kali pikiran orangtua untuk memikirkan hak yang kelihatannya sepele ini dibanding memikirkan pekerjaan mereka yang begitu penting....
Saya mau bertanya, apakah para pembuat keputusan, para petinggi, orang-orang yang duduk di DepDikBud mengetahui hal ini? apakah mereka semua mengetahui psikologi anak dan hak anak seperti diatas?
Jangan heran kalau generasi muda di Luar Negri ternyata begitu kreatif dalam menciptakan Arsitektur... hal itu bisa kita lihat hasilnya. Bagaimana mereka begitu kreatif menciptakan kreasi makanan, busana, tas, parfum, lukisan bahkan sampai pesawat terbang, kapal pesiar, atau bahkan dari segi IT atau teknologi.
Lalu apa yang dihasilkan bangsa ini? Apa kreatifitas yang bisa kita banggakan?
Setahu saya yang palling bisa dibanggakan dari negri ini adalah korupsi, penghambur-hamburan uang secara aktif, bangga bisa membeli barang mewah, tas mewah, mobil mewah tanpa berfikir bagaimana saya bisa memproduksi barang-barang mewah tersebut.
Sekarang coba kita tanya pada pencipta pendidikan untuk anak-anak kita, apakah dengan mengajarkan baca tulis dan berhitung saat mereka TK telah menciptakan jenius-jenius baru yang bisa membawa Indonesia menjadi negara penghasil sesuatu yang berguna bagi Dunia?
Justru TK adalah tempat kita membangun MORAL penerus bangsa, memasukkan nilai-nilai luhur dan bersih kedalam pikiran dan tingkahlaku mereka adalah yang utama. Mengajarkan mereka kreatifitas yang berguna untuk melatih otak mereka adalah jauh lebih penting dari pada baca tulis dan berhitung. Generasi yang akan lahir dari sistem pendidikan seperti sekarang telah terbukti tidak menghasilkan jenius-jenius baru dengan pemikiran cemerlang dan hasil penciptaan yang dapat dibanggakan dan bertingkah laku baik, bersih, jujur dan bermoral tinggi. Tapi justru melahirkan generasi yang rakus akan materi, memikir diri sendiri, bertidak korupsi tanpa ada rasa bersalah, kurang bertolerasi, tidak menghargai perbedaan (terbukti dengan banyaknya perang antar agama), tidak kreatif, cederung menjadi plagiat, tidak bertanggung jawab dan masih banyak kekurangan-kekurangan lain yang mungkin gak selesai kalau saya ulas disini....
Rasanya kita sudah cukup belajar dengan hasil tersebut. Sudah saatnya kita harus berubah. Bagaimana caranya, itulah yang harus kita pikirkan bersama. Dari satu pemikiran, menjadi dua kamudian menjadi empat dan seterusnya... sehingga kita bisa lebih besar lagi dalam memikirkan permasalahan ini dan yang pasti bisa bertindak memperbaiki keadaan ini...
Well kita sambung lain waktu... I got to go...
Cinta yang besar untuk anak Indonesia fron Therry
Pendidikan Anak Indonesia
Hellow para Blogger Indonesia...
Nama saya Therry. Saya adalah seorang pemerhati pendidikan untuk anak-anak Indonesia walaupun saya belum punya anak.
Inilah awal dari keinginan saya membuat blog ini, karena ingin sekali banyak mengungkapkan isi hati dan pemikiran saya akan kondisi pendidikan anak di Indonesia.
Teman dan rekan kerja seusia saya pasti sudah meikah dan sudah memiliki anak-anak. Sehingga tak jarang setiap kesempatan bertemu yang sering terdengar adalah tentang anak-anak mereka. Jadi telinga saya selama ini sangat amat sering mendengar keluhan para orang tua yang melihat pendidikan anak-anak mereka tidak semestinya. Dalam hal apa? Yang pasti adalah dalam hal kurikulum dan biaya.
Pada awalnya saya hanya menjadi pendengar setia mereka untuk keluhan tentang anak-anak mereka, tapi lama kelamaan kok saya menjadi prihatin akan kondisi di negara kita tercinta ini.
Yang paling membuat saya bingung adalah, apakah para pembuat keputusan, para petinggi untuk urusan pendidikan di Indonesia tidak berfikir sampai sejauh saya (yang notabene tidak mengerti sedikitpun) dalam hal pendidikan ini? Apa yang sebenarnya sudah mereka buat selama mereka menjabat dan diberi mandat oleh rakyat Indonesia untuk memajukan pendiidkan di Negri ini kalau keadaan masih seperti ini?
Banyak hal yang menjadi consern saya dalam hal ini... terus terang otak saya penuuuuh sekali dengan ketidakpuasan akan pendidikan di negri ini. Tapi saya akan mencoba membahasnya satu persatu dari tiap sudut agar tidak bercampur aduk sehingga malah tidak menemukan inti dari permasalahannya.
Bagi teman-teman para blogger yang juga ikut prihatin dalam hal ini, kita bisa sharing melalui kolom komen sehingga kita bisa menemukan apa yang sebaiknya dan tidak untuk kita terapkan pada keluarga kecil kita masing-masing, serta kita bisa mendapatkan pencerahan tentang apa yang bagus dan tidak bagus untuk anak-anak kita nantinya.
Saya berharap blog ini bisa banyak memberikan kontribusi ilmu dan pembuka pikiran para pembacanya, atau bahkan bisa membuka mata hati para pemegang keputusan diatas sana untuk lebih bijaksana dan memperhatikan dampak keputusan yang diambil untuk pendidikan generasi muda bangsa ini nantinya.
Mari teman kita mulai pembahasan kita pada page berikutnya.
Therry
Nama saya Therry. Saya adalah seorang pemerhati pendidikan untuk anak-anak Indonesia walaupun saya belum punya anak.
Inilah awal dari keinginan saya membuat blog ini, karena ingin sekali banyak mengungkapkan isi hati dan pemikiran saya akan kondisi pendidikan anak di Indonesia.
Teman dan rekan kerja seusia saya pasti sudah meikah dan sudah memiliki anak-anak. Sehingga tak jarang setiap kesempatan bertemu yang sering terdengar adalah tentang anak-anak mereka. Jadi telinga saya selama ini sangat amat sering mendengar keluhan para orang tua yang melihat pendidikan anak-anak mereka tidak semestinya. Dalam hal apa? Yang pasti adalah dalam hal kurikulum dan biaya.
Pada awalnya saya hanya menjadi pendengar setia mereka untuk keluhan tentang anak-anak mereka, tapi lama kelamaan kok saya menjadi prihatin akan kondisi di negara kita tercinta ini.
Yang paling membuat saya bingung adalah, apakah para pembuat keputusan, para petinggi untuk urusan pendidikan di Indonesia tidak berfikir sampai sejauh saya (yang notabene tidak mengerti sedikitpun) dalam hal pendidikan ini? Apa yang sebenarnya sudah mereka buat selama mereka menjabat dan diberi mandat oleh rakyat Indonesia untuk memajukan pendiidkan di Negri ini kalau keadaan masih seperti ini?
Banyak hal yang menjadi consern saya dalam hal ini... terus terang otak saya penuuuuh sekali dengan ketidakpuasan akan pendidikan di negri ini. Tapi saya akan mencoba membahasnya satu persatu dari tiap sudut agar tidak bercampur aduk sehingga malah tidak menemukan inti dari permasalahannya.
Bagi teman-teman para blogger yang juga ikut prihatin dalam hal ini, kita bisa sharing melalui kolom komen sehingga kita bisa menemukan apa yang sebaiknya dan tidak untuk kita terapkan pada keluarga kecil kita masing-masing, serta kita bisa mendapatkan pencerahan tentang apa yang bagus dan tidak bagus untuk anak-anak kita nantinya.
Saya berharap blog ini bisa banyak memberikan kontribusi ilmu dan pembuka pikiran para pembacanya, atau bahkan bisa membuka mata hati para pemegang keputusan diatas sana untuk lebih bijaksana dan memperhatikan dampak keputusan yang diambil untuk pendidikan generasi muda bangsa ini nantinya.
Mari teman kita mulai pembahasan kita pada page berikutnya.
Therry
Langganan:
Komentar (Atom)